Senin, 10 Februari 2014

PENGALAMAN TIGA TAHUN DI SMAN 50 JAKARTA

            Awal masuk ajaran baru tahun 2011/2012, saya diterima di SMAN 50 Jakarta. Awalnya saya sangat terpaksa sekali masuk di SMAN 50 Jakarta. Sebab sekolah pilihan pertama saya adalah di SMAN 91 dan SMAN 44. Namun pada seleksi saya di terima di pilihan terakhir saya yaitu di SMAN 50 Jakarta. Pada bulan pertama di SMAN 50 Jakarta saya sangat tidak betah. Sebab saya masih sangat susah untuk beradaptasi dengan teman – teman disekitar saya. Saya pun sempat berfikir untuk pindah sekolah. Tetapi, akhirnya fikiran itu pun hilang karena saya bergabung didalam ekstrakulikuler Paskibra. Karena saya mendapat banyak teman di Paskibra.
            Di kelas X, saya di percaya menjadi ketua kelas. Saya berusaha sedemikian mungkin menjadi ketua kelas yang baik. Dan disitu saya dipercaya serta didukung oleh teman – teman sekelas untuk memimpin mereka. Mulai lah dari situ saya mendapat banyak teman dan membuat saya semakin betah bersekolah di SMAN 50 Jakarta. Banyak sekali pengalaman yang saya dapat saat duduk dikelas X. Saat itu saya berada di kelas X-7 yang memiliki wali kelas yang amat sangat perhatian yaitu Ibu Endang Sutanti. Pengalaman saya yang sangat berkesan di kelas X yaitu saya bisa menjadi salah satu anggota Paskibra 50 Jakarta. Banyak sekali pengalaman yang saya dapat di Paskibra yaitu kita di ajarkan rasa solidaritas yang tinggi selain itu dari 3 angkatan kami menganggap sebagai satu keluarga. Saya sering mengikuti perlombaan Paskibra bersama teman – teman yang lainnya. Dan saya pun juga pernah sempat mengikuti seleksi CAPASKA (Calon Pengibar Bendera Pusaka) tingkat Jakarta Timur. Saya sudah melalui 2 tahap namun ditahap terakhi saya tidak terpilih. Selain itu, saya mengikuti ekstrakulikuler bulutangkis. Dan saya sudah menyumbang 3 piala untuk sekolah dari 3 kejuaraan. Yaitu juara 3 Porseni, juara 2 Sev’one, dan juara 3 dari SMA Penabur 7.
            Saat hendak kenaikan kelas saya dipaksa oleh wali kelas saya untuk masuk IPA sebab nilai saya sangat memungkinkan untuk masuk IPA. Namun, saya menolaknya sebab saya sudah bertekad untuk masuk IPS karena saya lebih suka pelajaran – pelajaran IPS.
            Saat masuk dikelas XI saya berada di kelas XI – IPS 2. Kelas yang dipimpin oleh wali kelas bernama Ibu Nur. Di kelas XI pengalaman yang sangat berkesan yaitu saat akan di adakannya kegiatan teater. Kami sekelas bekerja segiat mungkin untuk menampilkan teater yang terbaik dari kelas kami. Kami bekerja sampai malam, saat itu saya mendapat tugas untuk mengurusi peralatan yang hendak di pergunakan. Saya bersama teman – teman peralatan mencari serta membuat peralatan sendiri yang sesuai dengan tema teater kami. Hingga sampai akhirnya kelas kami mendapatkan juara ke 3 dari seluruh kelas XI waktu itu.
            Saat masuk kelas XII merupakan saat dimana sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai – santai. Sebab di kelas XII kita dituntut untuk menghadapi berbagai macam ujian. Di kelas XII saya berada di kelas XII – IPS 4 yang memiliki wali kelas bernama Pak Julito. Dia seorang wali kelas yang amat sangat baik. Dia selalu memperhatikan anak muridnya. Setelah lulus dari SMAN 50 saya bercita-cita melanjutkan ke Politeknik Negeri Jakarta jurusan Akuntansi. Pak julito selalu membantu saya dalam menganalisa soal – soal sehingga saya mampu mengerjakan soal – soal dengan mudah.

            demikian akhir cerita saya semoga dapat  bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar